Saat kau bimbang akan sesuatu apa yang kamu lakukan?
Aku sekarang merasa bimbang akan sesuatu, merasa terbebani, merasa takut, merasa kecil, merasa tak berdaya, dan merasa ilmu tentang kebebasan berpikir tak ada guna sekarang, aku merasa seperti bukan diriku.. aku bebas tapi ada kala aku merasa terkekang, apa guna aku belajar "be yourself" jika aku tak mengenal diriku yang sekarang? Apa yang harus aku lakukan?.
Di hantui rasa takut, di hantui rasa cemas, rasa marah, jengkel, dan dendam, apa yang membuatku dendam? Padahal tak ada yang berbuat buruk kepadaku? Aku benci mengakuinya, tapi aku merasa sakit hati, dan aku tak suka sakit yang tak terlihat seperti itu, sakit apa itu? Tanpa wujud cuma ada rasa kesakitan, aku benci hal itu!
Aku merasa mulai membenci diriku yang sekarang, penuh akan pura-pura, seakan menjadi orang lain, aku benar-benar benci, apa guna mereka bilang "jadi diri sendiri aja tan" bila menjadi diri sendiri tak di terima, sama halnya berharap kepada pedang agar menjadi keris, tanpa harus meleburkan si pedang, tak akan bisa! Berapa kalipun mencoba.
Dan aku bimbang, perlahan-lahan di hantui rasa takut akan mimpi buruk yang menjadi nyata, aku benar-benar takut, apa yang harus aku lakukan?
APA YANG KAMU LAKUKAN KETIKA BIMBANG?
Bunuh gengsimu!
20 Oktober 2018
Masih sendirian, jones ya?? Nggak kok, aku bersama benda mati yang mengelilingi kasurku, semalam ku tidur jam berapa? Mungkin hari sudah berganti, menata buku-buku dan seperangkat alat tulis di sekeliling kasur, berharap aku lebih produktif, nyatanya aku tak mau improv, terlalu malas untuk melakukan aksi, cuma ada niatan yang hanya niatan, tanpa sadar aku tertidur, setidaknya aku beruntung malam ini tanpa gangguan, aku melupakan malam kemarin, melupakan bau anyir dan hawa tak enak di kamarku, masih seperti biasa pula, aku terbangun di sepertiga malam, terlalu malas untuk bangun dan sholat malam, ku lanjutkan menjelajah alam mimpi.
aku bangun pagi! Rekor! Biasanya aku akan bangun jam 6 atau lebih dari itu kalau tidur lagi, pemecahan rekor diri sendiri bisa bangun jam segitu, betapa kesepiannya aku, terbangun sendiri tanpa ada teman ngobrol, atau bahkan ucapan selamat pagi, ku raih hp, jam mulai menunjukkan pukul 6, aku lapar! Betapa mudahnya aku lapar, chat teman, mengajak dia makan bareng seperti kemarin, ternyata dia belum bangun, kampret! Padahal udah jam 6, mau di samperin ke kostnya kok perempuan tak boleh masuk, akhirnya aku nunggu dia bangun, hpku bergetar, mungkin chat dari panda atau dari prince, aku berharap chat dari temanku, apa ini namanya pemanfaatan teman? aku akan menggantinya kok tapi tidak untuk saat ini, sekali lagi hpku bergetar, balasan dari dia
"Aku mandi besar dulu, aku tunggu di tangga"
"Oke"
Perempuan kan kalau mandi lama, pria mandi besarnya lama apa sebentar ya? Sudah kuduga, dia perempuan, fix perempuan, mandinya lama! Aku sudah sampai, dia belom juga turun 😪
Makan kali ini, tidak lagi sepiring berdua, padahal seru juga sepiring berdua, kelihatan banget gak punya uang 😂
Makan sudah selesai tapi aku mager untuk kembali ke kost, aku bercerita dengan temanku, dari pada tidur kan? Terlalu pagi untuk tidur kembali hehehe, sambil menunggu dia menghabiskan rokoknya, kalau boleh jujur aku sedikit tersiksa di samping orang yang merokok, bukan karena asapnya tapi karna kebebasannya, betapa bebasnya mereka! Iri lagi! Enyah kau iri!
Kembali dengan kebiasaan lama, nyemil coklat, permen dan permen karet, tak peduli akan bb yang penting aku melupakan satu hal.
Jam 8 aku kembali ke kost, niat hati ingin jalan-jalan tapi kemana? Kemana aku akan pergi? Oke aku tidur saja saat ini, karna jam 11 nanti ke bakalan plaza menjadi pedofil(nggak kok cuma bercanda! Serius bercanda) ini acara hmppgpaud untuk memeriahkan diesnatalis pgpaud di UTM, prodiku, ya prodiku PGPAUD, percaya tak percaya, aku memang anak pgpaud 😊
Aku berangkat bersama qilla, anak kelas sebelah yang alhamdulillah mau aku tebengin sampai bakalan plaza, ini pertama kalinya aku ke bakalan plaza, perjalanannya tak jauh, dan aku baru sadar tanah di sini merah, bukankah ini tanah untuk batu bata? Apa disini ada pengerajin batu bata?
Acara di mulai dan aku baru sadar, betapa aku sangat memuja perempuan, betapa elok dan anggun mereka, lucunya anak kecil yang begitu polos harus bergaya di atas panggung, menunjukkan inner beauty mereka ke publik, sangat-sangat polos dan menarik.
Uang menipis dan anak-anak ngajak makan, keliling bakalan plaza yang paling murah hanya es teh dan itu 7000, shit! Itu cuma es teh, mau tak mau kami pergi keluar dari bakalan plaza menuju pasar, Welcome makanan murah!!!
Aku mau mengkritik makanan disini, murah kok, enak karna makan berdua, tapi pelayanan sangat lama, begitu juga es jeruk yang aku pesan, lama dan sangat masam, kurang gula, karna kesel aku kasih kecap aja tuh es, aromanya seperti obat batuk tradisional, campuran jeruk dan kecap, bedanya ini di tambah es batu.
Aku bertemu seorang gadis kecil, dia manis seperti gula jawa, dengan hidung mancung dan kulit warna coklat sawo matang, aku ingin mengajaknya foto bersama, saat aku memohon ke dia untuk bersedia foto bersama, ternyata gadis itu berkebutuhan khusus, beberapa detik aku terdiam, kaget karna dia berkebutuhan khusus, aku tersenyum manis kepada dia, setidaknya aku bersyukur sempat mengelus kepalanya meskipun tak bisa mengabadikan si manis gula jawa ini, dan dia pergi menuju ibunya yang sedang menunggu ☺
Acara selesai, aku dan qilla serta anak pgpaud kelas C yang sama-sama ikut qilla, pulang kembali ke kampus, betapa was-wasnya aku, meninggalkan sepeda orang lain di kampus tanpa aku titipkan ke orang lain, aku berharap segera sampai kampus dan melihat sepedanya aman atau tidak, alhamdulillah sepedanya aman, sekarang tinggal was-was terhadap waktu ashar yang mau habis, sempatkah aku untuk sholat? Aku bergegas menuju masjid.
Semua sudah kelar, waktunya aku kembali ke kostan, menengok bagaimana kabar kost yang sering kosong, apa ada penghuni lain? Aku sampai di kost dan melihat pintu terbuka, "Ya Allah! Apa aku lupa kunci pintu?" Pikirku, aku masuk kamar tanpa mengetuk pintu, ternyata sudah ada amel di dalam, betapa takutnya aku bila mana ada barang hilang, seperti kamera dan laptop,
"Ini apa?"
"Itu siomay, di makan biasa enak kok, tapi enak kalo digoreng"
"Aku ambil ya"
"Oke"
Aku chat di grup, menawarkan siomay, sedikit sih, tapi.. bukannya berbagi itu indah? Sebelum aku ke kontrakan, aku mampir ke kostan temenku untuk minta beliin teh poci, dia keluar dalam ke adaan rapi, mengingatkanku kalau sekarang malam minggu,
Aku ke kontrakan naik sepeda onthel, dan aku benar-benar ingin mengutuk malam minggu, slalu ada aja masalah di malam minggu, dan sekarang masalahku dengan anak se angkatan, Ya Allah, mengapa kau jadikan malam mingguku sebagai hari paling penuh cobaan?
Aku pulang dari kontrakan tak langsung pulang ke kost, mampir ke tempat teman, wanita yang pernah ada dalam kenangan, sekarang gimana? Hmmm 😌😌
Malam minggu kacau dan aku sendiri di kost
Sugesti dan ilusi otak
19 Oktober 2018
Terbangun di bawah kasur, dengan mimpi buruk! Apa yang salah? Apa?! Aku kembali memposisikan tubuhku di atas kasur, Sekilas aku mencium bau anyir darah!, ya Allah! aku sendirian di kost, bagaimana kalau mbak kunti menampakan diri? Aku tak bisa kembali tidur dengan bau anyir ini, aku bingung mau apa, terpaksa memberanikan diri untuk ambil wudhu dan sholat, memang betul tenang menjalar ke badan ini, tapi aku merasa di awasi, Ya Allah, apa aku akan bernasib sama seperti seorang cewe dalam vidio yang pernah aku tonton, aku mencoba tidur kembali, menenangkan pikiran untuk lebih dari tenang, aku kangen chocho 😢 meskipun sering tak sepemikiran tetapi dia teman dekatku, yaa setidaknya aku tertidur, syukurlah kasur membuatku cepat terlelap, dan sekarang aku mager bahkan untuk menyentuh buku matkul yang akan aku rangkum dan presentasikan, suatu hal yang tidak aku suka dari kost adalah bikin ngantuk dan mager.
Untung aku sudah mempersiapkan semuanya, nasi goreng sisa kemarin malam aku makan, tak ada rasa yang berubah seperti rasaku ke dia eaaaa, jarang sekali aku membunuh rasa magerku tapi kali ini aku harus membunuhnya hanya karna cuci baju, kalau tidak segera mencuci tumpukan cucian hampir 2 minggu, betapa lamanya itu, tetap saja cucianku sedikit, waw! Dan aku baru sadar temanku yang kamarnya depan pintu masuk belum pulang, duh bodohnya aku! Kenapa semalam tak menginap dikamar mereka, aku tak akan ketakutan dengan aroma anyir darah itu, niat hati membawa buku dan tugas-tugasku agar aku tak sendirian dan ketiduran saat mengerjakan, ternyata semua hanya expetasi belaka, realitynya aku ketiduran sampai siang, betapa magernya aku, belum mandi kamu tan! Dari kemarin! sekali lagi kemarin! Oke-oke intan akan mandi dan kerkel untuk matkul Bu Dwi. Aku aku kira kerkel akan berjalan lama, ternyata tak selama itu, bab yang akan aku presentasikan jarang sekali teori lebih banyak pada contoh dan itu bisa di jelaskan dengan lisan, oke tugas selesai, waktunya nyari makan! Ya niat awal itu nge es sama temen yang kemarin, tapi dia ngajak ke WDK apa boleh buat, setuju deh aku kesana, ternyata dia pesan nasi, aku kok gk di pesanin 😂 berharap banget sih intan, tapi tetep aja aku makan sepiring berdua sama dia, cieee ngomong aja gk ada duit buat beli makan sendiri-sendiri 🙈aku tak kembali ke kost, kemana aku pergi??? Ke sekret kok hehehe hapal banget yak.
Aku masih memikirkan hal ini, saat aku bercermin dan mengurai rambutku, aku berpikir "siapa aku ini? Kamu bayangannya siapa? Apa ini aku? Aku seperti orang lain" sepertinya aku mulai krisis identitas? Aku bingung pada diriku sendiri yang sekarang. Kurang kerjaan di sekret, panas dan situasi tak mendukung untukku dalam membaca buku, ku ambil tas dan sepeda, bersepeda ria mengelilingi kampus, aku bertemu Safir lagi, dan itu tak lebih lama dari kemarin, aku berharap banget dia kembali, atau tak lebih berharap dia mau berkumpul dan bertemu dengan kami, sore ini taman ramai, aku berhenti di depan orang pacaran, melihat mereka lama duduk bermesraan, "kok aku jadi obat nyamuk?" Aku pun pergi dari pada harus menjadi orang ketiga yang tak lain adalah setan, betapa malasnya aku membaca Rumah Kaca, apa mungkin karena spoiler?
Aku kembali ke sekret saat magrib tlah tiba, dan berharap mereka datang, mungkin aku terlalu berharap sih, aku terlalu lama menunggu mereka. Mereka datang saat habis isya, siapa sangka hari ini 4 orang lagi, betul kata seseorang "jangan terlalu berharap ke manusia, bahkan jangan terlalu berharap pada dirimu sendiri, harapan terkadang membawamu terbang tinggi tapi bisa saja menghempaskanmu ketanah".
Hpku berdering, tanda pesan masuk, aku kira dari mereka anak SM ternyata dari chocho! Apa dia sudah di kost? Dia sendirian? aku buka pesan itu tertulis "aku menginap di kostnya mbak ...." aku bernafas lega, syukurlah dia tidak sendirian, tinggal aku yang sendirian, kenapa aku takut pada hal itu? Padahal aku dulu punya teman khayalan dan kakek tua belakang rumah yang sering mengajakku bermain. Mungkin saja ini salam perkenalan, selagi aku tidak di ganggu, itu semua tak jadi masalah.
Padahal hari ini jadwalnya diskusi buku "jejak langkah", aku sudah membuat list yang harus aku pelajari malah, ternyata berubah jadi buku "anak semua bangsa", aku sedikit lupa sama buku ini, apalagi resensiku masih proses, perkiraanku yang akan menjadi presentator itu Widya tapi para senior memilih surya, "anak hukum! Ya Allah, pasti pembahasannya lebih dari badria, aku belum belajar, belum lagi aku sedikit lupa isi bukunya, lebih mengingat buku jejak langkah" pikirku was-was, dan rasa was-was itu sirna, karna apa yang di paparkan surya sangat-sangat dasar, lebih seperti mendongeng, aku hargai dia, dia sudah mau menjadi presentator, dia menyinggung soal kepercayaan nyai kepada darsam, pembahasan dasar trunodongso, aku diam, karena memang tidak tertarik dengan topik itu, niatku, aku ingin belajar tentang hukum, layaknya aku bersama badria minggu lalu, aku masih menunggu dia menyinggung tentang Khouw Ah Soe, atau tentang Tee Haar, ternyata aku cuma menunggu hal yang sia-sia, surya masih saja memaparkan hal dasar di awal buku, masih layaknya mendongeng, aslinya dia bisa mengambil topik tentang trunodongso dalam bidang hukum, yang ini lah, itu lah, HAM dan lain-lain yang dapat aku pelajari, kalau boleh aku jujur, aku suka berdebat dan berdiskusi dengan Badria, dia jauh di atasku, setan-setan iri sering kali berbisik "dia lebih pandai dari kamu, kamu emang dasarannya bodoh, jangan pernah berharap akan sama sepertinya, barang kali sejajar pun jangan berharap" rasanya aku ingin mengutuk sifat iriku, sifat itu terkadang menjatuhkan, membutakan!
Aku pulang jam 11, naik sepedanya irma, Widya dan Dinda berhenti di depan kostku, apa yang salah? "Kenapa?"
"Di warkop ada ikhwa"
"Loh kok nggak kalian samperin?"
"Ya kami nunggu kamu"
Aku berbalik arah, menghampiri Ikhwa di warkop.
"Woi, anak gatheli"
"Hey"
"Kemana aja? Kok gak ikut?"
"Aku baru sampai sini, lah dari tadi kemana?"
"Gak tau ya, kalo aku habis ada masalah"
"Aku tau kok, kelihatan dari raut mukamu, ya udah aku balik dulu"
"Iya"
Aku tak tau masalah ikhwa, kadang cowok tau mau berbagi kepada cewek, apalagi hal privasi sering kali jarang mau di ungkit dan dibahas dalam suatu forum, berbeda lagi denganku, sepertinya aku harus sedikit menutup diri, dan aku harus bisa membangun sifat itu!
Aku di kost sendiri, masih malas membaca buku, dan aku memilih tidur.
Ketenangan dalam emosi?
18 Oktober 2018
Aku sendirian, menurut kalian sendiri itu buruk atau bagus? Disaat seperti ini aku rasa sendiri cukup bagus, nyatanya aku bisa kemana-mana sendiri. Ku raih kamera dan handphone, ingin ku ajak mereka mengenal tempat tinggalku sekarang, jangan bertanya aku sudah sholat atau apa, alhamdulillah sudah, bermodal sepeda onthel milik irma, (masih mau bertanya siapa irma? Dia saudaraku kurang lebih hehe), aku ingin berkeliling, setidaknya menghilangkan rasa suntuk sendirian di kost, aku ke arah timur kampus! Kawasan yang tak ingin ku jamah sendirian, aku terlalu takut untuk ke kawasan itu sendiri meskipun ada sepeda dan handphone untuk ke amananku tapi aku rasa itu tak cukup, aku berbalik arah, menuju barat kampus, dan sampailah aku di sebuah tempat, yang sudah tidak asing lagi bagiku, "sawah" tempat aku mengenang masa kecilku, hal pertama yang ingin ku lakukan adalah mengabadikan momen ini, tapi takdir berkata lain, seperti tak ikhlas momen ini di bagikan ke orang lain, baterai kameraku habis duluan, (kok gak pake Hp? Kalian akan tau kenapa aku gak foto pake hpku 😂)
Di sawah aku tenang, duduk sendiri diatas gubuk di iringi lagu fiersa besari dan lagu-lagu yang ada di playlist, sesuai perkiraanku, beberapa orang menyapaku, menghormatiku sebagai seorang perempuan, anak muda yang ingin mengexplore tempat ini, atau mungkin karena style dan kamera yang aku bawa? Perasaanku ini sudah sangat sederhana, dan tak sedikit menatapku dengan pandangan heran, apa yang salah?
Apa perempuan tak boleh sendirian? Aku sedikit takut disini, ini bukan tempatku, seandainya aku dengan style pria mungkin aku sedikit merasa aman dari sekarang, was-was menjalar ke seluruh tubuh, mana ketenanganku? Hilang kemana kau? Kumohon kembalilah, aku membutuhkannya sekarang. Tapi aku tak mau pulang sekarang, matahari belum menyapaku, untuk mencairkan suasana aku membaca buku yang belum juga aku slesaikan, betapa lambatnya aku membaca, huhh! Dan aku menyesal membaca buku ini di situasi yang belum benar-benar cair! "Anak siapakah yang kini dalam kandungan tua Mir? Bagaimana bayi itu nanti kelak? Akan menyerupai siapa? Aku, Mir ataukah Hendrik? Pribumi, Totok ataukah Indo?"
Aku mulai paham situasi ini! Oh gila aku kira Mir hanya mencium Minke, demi apa! Rasanya aku sedikit terpukul, terlalu terlena dengan tokoh minke dalam roman ini, ingin ku berkata kasar!.
Hangat dari mentari mulai menyelimutiku, waktunya aku pulang, mungkin aku kurang pagi untuk menikmati tenangnya di alam, jalanan ramai, dominan pelajar, bukankah sekarang hari libur? Oh tidak ternyata, aku yang sedang libur hari ini hahaha, sedikit miris melihat jalanan di isi dengan anak yang tak lebih besar dariku mengendarai sepeda motor tanpa helm, helm itu hal dasar, seberapa susahnya menggunakan helm? Dari seragam aku tau itu seragam SMP, sekali lagi SMP! Betapa kecilnya mereka dan dengan mudahnya orang tua memberi hak sepeda motor kepadanya tanpa pengaman dasar yaitu helm, bahkan aku yang sebesar ini atau bisa di bilang umurku yang lebih tua dari mereka masih mau menurut ke orang tua kalau naik sepeda motor akan ada masanya, ntah itu kapan.
Di kost sendirian lagi, mungkin cuci baju sedikit menghilangkan rasa bosan, tapi malas menghinggap, betapa malasnya aku, penyakit yang susah aku hilangkan, dan ingin ku berteriak "lapar!", aku bisa menunda lapar tanpa makan nasi tetapi makan yang lain seperti cemilan selama 3 hari mungkin, tapi sekarang hanya ada air dan mie instan lagi, maaf mie instan yang menggoda, sudah hampir 4 hari aku makan kamu terus, aku masih sayang ususku kok..
Tanganku sakit untuk mengepal, rasa sakit itu ada tapi luka tak ada, aku benci hal itu dan aku berpikir, pohon lebih baik daripada samsak 😂
Aku memecahkan rekor yang aku buat sendiri, membaca dan memahami 200 halaman dalam satu jam, aku terikat janji dengan kiki, mau tak mau aku harus cepat memahami buku itu, mencatat hal yang penting dan hal yang tidak ku ketahui, hampir banyak yang tidak aku pahami, melewati batas dari jam yang di tentukan, aku tak menepati janjiku lagi dan lagi! Betapa mudahnya aku berjanji sedangkan menepatinya sangat susah! Benci pada diri sendiri! Bodoh!
Aku menemui kiki di asrama, aku yang telah gugur masuk asrama kembali ke asrama hahaha aku membayangkan bila aku diterima di asrama, jadi apa ya aku? 😂 kiki bilang dia mau pulang dan saranku adalah bilang langsung ke kakak-kakak antara mas raju apa mas adam dia milih mas adam, why?!
Aku terjebak, di suatu tempat yang bernama kontrakan, terlalu malas kembali dan terlalu bosan untuk tidak melakukan sesuatu sampai akirnya aku ke asrama mengambil sepedanya irma dan pulang dengan damai ke kost, welcome bantal, kasur, kipas dan seperangkat alat tulis menulisku, sekarang waktunya menyusun resensi anak semua bangsa, dan jejak langkah, semoga tak malas melanjutkan ke buku selanjutnya.
Dan aku baru sadar sekarang tanggal bagus, 18-10-18, ya nggak bagus-bagus banget sih.
Sampai sore aku hanya tiduran di kost, betapa malesnya aku, apa mungkin aku jelmaan kucing? Dengan panggilan "Neko-tan" panggilan yang diberikan seseorang padaku, ya padahal aku nggak semalas kucing sih hehehe..
Tak sadar aku tidur sampai sore, tanpa mandi aku chat di grup, "ngajak nyore" atau menikmati sore, beberapa yang respon aku, dan itu sudah lumayan cukup, aku datang ke sekret sesuai pesan mbak alvi, sampai disana aku baru sadar kalau mbak alvi ada niat rapat dengan yang lain, mungkin aku akan nyore dengan widya sendiri pikirku, ternyata ada mbak vain yang mau menemani, dan mengajak aku bersama widya ke warung siwil sekitar pelabuhan, rame, mungkin karena murah dan enak, bisa jadi rekomendasi dalam jelajah rasa ala intan, ingin rasanya bisa jelajah rasa, jadi ingat sama teman-teman waktu smk, betapa irinya aku saat itu melihat mereka bahagia bisa menikmati weekend dan jelajah rasa semau mereka, aku kapan? Mungkin belom saatnya.
Aku kembali ke kost saat magrib, apa yang akan aku lakukan ketika aku sendiri? Setidaknya moodku hari ini sangat baik, ya sangat baik, karena bingung mau ngapain, membaca pun malas, padahal membaca saat sepi bukannya lebih asik? Aku sih tidak, aku merasa kesepian.
Ku ambil tas ranselku kembali dan ya seperti biasa saat aku suntuk, aku "ngukur dalan" (ada di kamus KBBI -Kamus Besar Buatan Intan-) sampai aku berhenti di sebuah kostan, aku ingat salah satu temanku menetap di situ, aku akan memanggil namanya, bahkan belum sempat kata awal terucap dia sudah ada di belakangku, oh god! Dia teman atau setan, setidaknya aku punya teman berjalan, saat aku berjalan, aku melihat sesuatu yang menggoda iman ya "teh poci" cukup murah dan mengenyangkan, bukan aku yang membayar tapi temanku hehehe, melanjutkan perjalanan aku bertemu mereka yang berpakaian kostum setan, apa ini masih malam helloween? Bukannya udah lewat? Ini acara apa atau kegiatan apa? Peduli apa aku sama mereka, mereka tak melihatku, menganggap aku tak ada padahal dengan jelas aku memperhatikan gerak gerik mereka yang sedang mengenakan kostum seperti itu.
Aku kembali ke kost, dia masih bersamaku, curhat ceria bisa dibilang, cerita sana sini, dia pecandu rokok, tanpa rokok seperti ada yang kurang katanya, rokok sudah di tangan, korek api pun tak ada, aku tak punya korek api, akhirnya dia beli, dan ya akhir yang sesungguhnya adalah korek apinya menjadi milikku.
Satu lagi kejadian yang membuatku sedikit bahagia, aku bertemu dengan safir, ya benar-benar safir, rambutnya mulai tumbuh dan memanjang tak lagi jadi avatar, aku basa-basi dengannya, dia bersama seseorang, tak akan bisa lama berbincang denganku, aku pun merelakannya pergi berasa temannya, aku baru sadar, anak dari penjual nasi goreng sebelah kostku sangat manis, jangan harap jadi pedofil!
Aku masih disini, sendirian, di kostan, bersama mereka benda yang tak bisa mengungkapkan apa-apa, Aku memilih untuk tidur, bentar-bentar kayaknya aku lupa satu hal, yap! Makan! Aku di beliin nasi goreng sama temenku, karena aku tau besok gak mau makan mie, aku masak nasi dan tadaaaa nasi gorengnya aku makan pake nasi, karbo ketemu karbo, buncit nih perut 😂 setidaknya buat makan besok ada.. ya kan? 😂
Satu langkah lebih mengenal gadis itu
"Kau habis menangis?"
"Tidak, siapa yang nangis? Hahaha" dia tertawa dan menjawab pertanyaanku dengan sebuah pertanyaan, "apa akan ada sebuah cerita panjang?"
"Hehehe" dia tertawa, sekali lagi tertawa! Dengan mata yang mulai berair kembali. Gadis itu duduk tepat di depanku, tak berani menatap mataku dan mulai bercerita, gadis itu bilang, dia telah bertemu seseorang, yang di anggap sebagai saudara tapi gadis itu masih berpikir, pantaskah dia di anggap saudara. "Apa yang membuatnya tak pantas?"
"Aku tak tau bagaimana rasanya punya kakak, punya saudara, bahkan kakak tak ku anggap sebagai saudara" dia berbicara seperti itu dengan menatap wajahku, se akan menunggu aku memberi respon,
"Kalau bukan sebagai saudara, sebagai apa?"
"Seseorang yang di takdirkan Tuhan untuk bertemu denganku, dan sisanya antara Tuhan dan kakak"
Dia melanjutkan kembali ceritanya, ada banyak yang ku ketahui dari ceritanya, gadis ini bertemu di saat tidak tepat, dan beberapa omongan dari seseorang itu tak bisa di terima oleh gadis ini. "Apa salahnya mengalah? Apa salahnya mendengarkan? Apa salahnya diam dan mengikuti omongannya?"
Dia terdiam, menangis, ekpresi wajahnya menunjukan ketidak terimaan dan marah "ternyata kakak sama seperti dia, sama seperti mereka!". Oh tuhan! Aku salah dalam berbicara, betapa bodohnya aku, lupa kalau gadis ini sangat sensitif dan rapuh, betapa bodohnya aku tuhan! Aku membuatnya semakin down dan menangis! Manusia macam apa aku!.
"Maaf, aku tak bermaksud seperti itu, sekali lagi maaf" mintaku mengiba, dia menatap mataku, mataku yang sedang perih menahan air mata. Dia tertawa, lagi dan lagi, aku pun tersenyum, "betapa labilnya emosinya" batinku.
Dia melanjutkan ceritanya lagi, "aku loh dendam" bilangnya dengan riang, seriang itu padahal sedang mendendam, "dengan siapa?" Tanyaku heran,
"bukan dengan siapa tapi apa, kakak sih salah tanya mulu, hahaha"
"Oke.. jadi kamu dendam ke apa?"
"Tempat dimana aku bertemu dengannya, suatu saat, di saat aku kembali ketempat itu, aku akan mengingatnya, dan mungkin akan menangis, aku benci menangis, capek bikin ngantuk"
Aku pun membalas dengan senyuman, susah sekali menebak pola pikir kekanak-kanakan dari gadis ini.
"Kak ini pesan terakhir, ada saatnya nanti kakak bakal tau, pokoknya jangan tinggal aku sendiri, aku mohon, aku mulai percaya kakak, maaf belom bisa membuat kakak percaya kepadaku, terima kasih" dia tersenyum dan pergi meninggalkanku sendiri dengan pertanyaan yang belum aku ketahui jawabannya "apa yang disembunyikan gadis ini?" Pikirku.
Ini hanya tulisan
Jadi cewek itu susah, akan ada masanya seorang cewek berpikir "lebih baik dilahirkan menjadi cowok"
Rokok vs Self injury
Rokok? di samain sama Self Injury? Hahahaha yang perokok pasti banyak yang gak mau di samain, sama orang yang sering self injury, begitu pula sebaliknya.. kenapa? Kenapa seperti itu?
Rata - Rata, dari apa yang aku lihat, perokok menganggap kegiatan self injury sebagai kegiatan yang tak berfaedah, sama halnya orang yang sering melakukan self injury mengira rokok tak bisa menyelesaikan masalah, malah menyakiti diri sendiri dalam jangka panjang.. bukannya sama aja? Kadang aku heran sama orang yang sering berdebat dalam hal ini.. para perokok yang mempertahankan argumen tentang "rokok pelarian yang lebih baik dari pada sayat - sayat gak jelas di tubuh". Dan orang yang self injury dengan argumennya "rokok itu membunuhmu".
Dalam situasi ini, perlu beberapa sumber dan info lebih lanjut, bagus kalau aku ketemu dengan orang yang perokok dan self injury.
Beberapa orang mengira self injury hanya sayat - sayat tetapi, lebih luasnya self injury adalah kegiatan menyakiti diri sebagai pelampiasan emosi, seperti memukul tembok, atau menjambak rambut.
"JADI APA PENDAPATMU TENTANG PEROKOK DAN ORANG YANG SERING MELAKUKAN SELF INJURY?"
Kamus Besar Buatan Intan
"Batu Apung"
n. Nama pena atau Water mark dari suatu karya yang dibuat oleh Intan
Kamus Besar Buatan Intan
"Harus Ya Di jawab?"
n. Kalimat yang sering di ucapkan, bila ada yang bertanya sedangkan tidak tau jawabannya atau malas menjawab
Kamus Besar Buatan Intan
"Ngukur Dalan"
n. Suatu kegiatan jalan-jalan yang sering di lakukan saat gabut
Lirik Lagu BAD LIAR | IMAGINE DRAGON
LIRIK LAGU IMAGINE DRAGON "BAD LIAR" Jadi sekarang itu aku lagi seneng banget sama lagu Bad Liar milik Imagine Dragon.. ...
-
Apa sih Soul Of Neko itu?? Jadi gini.. siapa yang nggak tau komik "Soul Of Neko" aka SoN?? Kalau nggak tau tandanya ...
-
Surabaya, 15-16 September 2018 Aku tak pernah menyangka akan melakukan hal ini lagi, sebuah perjalanan yang rasanya pernah aku la...
